Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
OkiNews OkiNews OkiNews
OkiNews OkiNews OkiNews
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
OkiNews OkiNews OkiNews
OkiNews OkiNews OkiNews
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Nasional/Wabup Sukabumi Apresiasi Pembinaan Humanis Lapas Warungkiara, Kegiatan Paskibra Jadi Bukti
Nasional

Wabup Sukabumi Apresiasi Pembinaan Humanis Lapas Warungkiara, Kegiatan Paskibra Jadi Bukti

By admin
Agustus 17, 2026 2 Min Read
0

WARUNGKIARA, SUKABUMI – Wakil Bupati Sukabumi Andreas menyampaikan apresiasi terhadap pola pembinaan yang diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara. Menurutnya, pembinaan warga binaan tidak semata-mata berorientasi pada pelaksanaan hukuman, tetapi juga harus mampu memberikan bekal agar mereka dapat kembali ke tengah masyarakat dengan sikap dan kemampuan yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Andreas saat hadir dan meninjau langsung kegiatan di Lapas Kelas IIA Warungkiara. Dalam kesempatan tersebut, ia melihat berbagai bentuk pembinaan yang diberikan kepada warga binaan, termasuk keterlibatan mereka dalam kegiatan upacara dan Paskibra.

Andreas menilai, keterlibatan warga binaan dalam Paskibra menjadi salah satu gambaran bahwa proses pembinaan di dalam lapas berjalan secara serius, terutama dalam membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa percaya diri.

“Saya lihat Paskibranya luar biasa. Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang diberikan Pak Kalapas kepada warga binaan benar-benar dijalankan dengan baik,” ujar Andreas.

Ia menambahkan, pendekatan kemanusiaan dalam proses pembinaan menjadi hal penting. Warga binaan perlu diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri sekaligus dipersiapkan agar mampu beradaptasi kembali ketika masa pidananya selesai.

“Tadi saya lihat warga binaan memang betul-betul dibina dengan baik secara kemanusiaan dan sungguh-sungguh. Ini menjadi salah satu bentuk kesiapan mereka setelah keluar dari lapas agar bisa kembali ke masyarakat secara normal,” ungkapnya.

Menurut Andreas, pemberian remisi juga menjadi bagian dari proses pembinaan bagi warga binaan yang telah memenuhi persyaratan. Remisi diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pidana.

“Lembaga pemasyarakatan ini tidak hanya menegakkan pidana, tapi juga membina warga binaan untuk bisa menjadi jauh lebih baik lagi. Ketika mendapatkan remisi dan kembali ke masyarakat, diharapkan mereka bisa lebih produktif,” katanya.

Andreas pun menyampaikan penghargaan kepada Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara beserta seluruh jajaran yang terus menjalankan program pembinaan. Ia berharap pembinaan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan, baik selama berada di dalam lapas maupun setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Di sisi lain, Andreas mengingatkan masyarakat agar menjadikan keberadaan lembaga pemasyarakatan sebagai pembelajaran untuk senantiasa menaati aturan dan menjaga perilaku.

“Jangan sampai ada yang sering-sering masuk ke sini. Jadilah warga yang baik. Karena bagaimanapun juga, ketika berada di dalam lapas, kebebasan kita hilang,” pesannya.

Dengan nada bercanda, Andreas menegaskan bahwa dirinya maupun masyarakat harus sama-sama menjaga diri agar tidak berhadapan dengan persoalan hukum.

“Kecuali Bapak ini karena tugas di sini keluar masuk. Yang lain jangan,” ujarnya disambut suasana hangat.

Ia menegaskan, keberhasilan pembinaan di dalam lapas pada akhirnya tidak hanya diukur dari kegiatan selama warga binaan menjalani masa pidana, tetapi juga dari kesiapan mereka ketika kembali ke masyarakat.

Karena itu, pembinaan yang mengedepankan kedisiplinan, keterampilan, tanggung jawab dan pendekatan kemanusiaan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kembali kepercayaan diri warga binaan agar mampu menjalani kehidupan secara lebih baik setelah bebas.

Reporter: Rzl

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Camat Warungkiara Apresiasi Sinergi Forkopimcam Sukseskan Upacara PHBN ke-81 RI

Next

BELUM ADA PUTUSAN & TES DNA, SUDAH DIHAKIMI PUBLIK! Yovie Megananda Santosa: Hukum Butuh Bukti, Bukan Cerita Sedih yang Dijual

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — OkiNews. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme