TERPILIH SECARA AKLAMASI, NURKARISMA PIMPIN LEMBAGA EKSEKUTIF MAHASISWA UNIVERSITAS JAYABAYA PERIODE 2026/2027
Membawa Visi Restorasi: Bangun BEM yang Profesional, Berintegritas, dan Progresif Demi Prestasi Mahasiswa
BOGOR — Kongres Mahasiswa Universitas Jayabaya yang berlangsung sejak 31 Agustus hingga 2 September 2026 di Neo Asri Hotel, Megamendung, Puncak, Bogor, secara resmi menetapkan Nurkarisma sebagai Presiden Mahasiswa Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Jayabaya periode 2026/2027. Mahasiswa Fakultas Hukum semester 7 ini terpilih secara aklamasi melalui forum tertinggi mahasiswa universitas, menjadi babak baru bagi arah gerak organisasi eksekutif mahasiswa di lingkungan kampus.
VISI RESTORASI: BANGUN ORGANISASI YANG PROFESIONAL, BERINTEGRITAS, DAN PROGRESIF
Dalam pencalonannya, Nurkarisma membawa visi Restorasi BEM Universitas Jayabaya yang profesional, berintegritas, dan progresif dalam mendukung pencapaian prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional. Visi ini akan diwujudkan melalui penguatan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel; membangun kepemimpinan mahasiswa yang berintegritas, demokratis, serta bertanggung jawab; melakukan restorasi kelembagaan melalui penguatan sumber daya manusia dan sistem kerja; serta menghadirkan ruang aspirasi yang terbuka, responsif, dan solutif.
Kepemimpinan Nurkarisma juga akan mendorong kolaborasi lintas fakultas, unit kegiatan mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, alumni, dan berbagai mitra strategis. Pengembangan potensi mahasiswa menjadi fokus utama, tidak hanya dengan memberikan ruang kegiatan, tetapi juga melalui pembinaan, pendampingan, fasilitasi kompetisi, dan pembangunan jejaring guna membuka jalan lebih luas bagi mahasiswa mengukir prestasi di tingkat nasional hingga internasional.
ORGANISASI HARUS JADI RUANG ASPIRASI DAN MOTOR PENGGERAK PRESTASI
“Organisasi mahasiswa tidak boleh hanya hidup dalam ruang-ruang seremonial. Lembaga Eksekutif Mahasiswa harus menjadi rumah bagi aspirasi mahasiswa, ruang tumbuh bagi potensi, sekaligus motor penggerak prestasi dan perubahan,” tegas Nurkarisma dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai Presiden Mahasiswa. Ia menegaskan bahwa profesionalitas menjadi fondasi tata kelola, integritas menjadi prinsip menjalankan amanah, dan progresivitas menjadi keberanian terus bergerak menjawab tantangan zaman.
SLOGAN SUARA RAKYAT SUARA TUHAN, KEPEMIMPINAN BERLANDASKAN NILAI HUKUM
Nurkarisma juga membawa slogan “Suara Rakyat, Suara Tuhan” atau Vox Populi Vox Dei, yang menjadi semangat sekaligus pesan bahwa suara mahasiswa harus mendapatkan tempat dalam setiap proses organisasi, dan setiap amanah kepemimpinan harus dijalankan dengan tanggung jawab, integritas, dan keberpihakan pada kepentingan mahasiswa. Sebagai mahasiswa hukum, ia juga membawa perspektif keilmuan — nilai keadilan, demokrasi, tanggung jawab, dan keberanian menyuarakan kebenaran diharapkan tidak hanya menjadi teori, tetapi tercermin dalam setiap praktik kepemimpinan.
MANDAT KONGRES: BUKTUKAN RESTORASI DENGAN KERJA NYATA
Terpilih secara aklamasi bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar. Kepercayaan yang diberikan melalui Kongres Mahasiswa harus dijawab dengan kerja nyata, gagasan terukur, keberanian mengambil sikap, serta kemampuan menghadirkan perubahan yang benar-benar dapat dirasakan seluruh mahasiswa Universitas Jayabaya. Kini, bersama jajaran pengurus baru, Nurkarisma dihadapkan pada satu pekerjaan besar: membuktikan bahwa restorasi bukan sekadar jargon, melainkan gerakan nyata membangun organisasi mahasiswa yang profesional, berintegritas, progresif, dan berprestasi.
Kongres telah memberikan mandat. Saatnya restorasi dibuktikan dengan kerja.
Red