Tegas Mentan Amran: Bereskan Semua Hambatan, BUMN Pangan Wajib Jadi Motor Hilirisasi
Siapkan Regulasi Baru, Target Sistem Kokoh Sebelum Masa Jabatan Berakhir
OKINEWS JAKARTA – Transformasi besar‑besaran sektor pangan digencarkan Kementerian Pertanian. Fokus utamanya satu: percepatan hilirisasi komoditas strategis dan mengokohkan peran BUMN pangan sebagai penggerak utama ekosistem nasional. Lewat Rancangan Inpres dan SKB baru, pemerintah ingin rantai nilai pertanian makin panjang, efisien, dan dinikmati sepenuhnya oleh bangsa sendiri.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bicara lantang saat memimpin Rapat Koordinasi Penyempurnaan Aturan, Jumat (26/6). Ia ingatkan keras, aturan sudah disiapkan, dukungan kebijakan sudah dikucurkan. Tak ada alasan lagi untuk jalan di tempat.
“Pesan saya tegas: tak boleh ada hambatan lagi! Segera selesaikan semua masalah strategis yang mengganjal. Program harus jalan kencang, manfaatnya harus langsung terasa masyarakat. Restrukturisasi harus rapi, tata kelola harus bersih, agar BUMN pangan benar‑benar jadi tulang punggung negara,” seru Amran.
Rencana Harus Nyata, Bukan Sekadar Di Atas Kertas
Dalam pertemuan yang bahas tuntas soal aset, pembiayaan, dan penugasan ini, Amran melarang keras pembuatan target yang muluk tapi tak masuk akal.
“Jangan bikin rencana tak logis. Semua hitungan harus nyata, sasaran jelas, dan bisa dipertanggungjawabkan. Kita butuh eksekusi, bukan sekadar dokumen indah,” tegasnya.
Ada target pribadi yang disampaikan Amran: sistem baru ini harus sudah berdiri kokoh sebelum masa jabatannya habis.
“Ini bukan soal proyek selesai, tapi soal sistem. Saya ingin tinggalkan warisan berupa BUMN pangan yang kuat, profesional, dan mandiri. Supaya ke depan, industri pangan makin jaya, produk tani makin berdaya saing, dan kesejahteraan petani makin melesat tinggi,” ujarnya berapi‑api.
Lewat regulasi baru ini, jalan sudah terbuka lebar. Tugas BUMN pangan kini jelas: maksimalkan nilai tambah di dalam negeri, gerakkan ekonomi desa, dan pastikan hasil bumi Indonesia memberi keuntungan sebesar‑besarnya bagi rakyatnya sendiri.
(red)