Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
OkiNews OkiNews OkiNews
OkiNews OkiNews OkiNews
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
OkiNews OkiNews OkiNews
OkiNews OkiNews OkiNews
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Kesehatan/Oki Prasetiawan, S.M., S.H., M.H., CLMA: Edukasi Ilmiah Mengungkap Bahwa Sugesti Negatif Dapat Memicu Gangguan Fisik Nyata
Kesehatan

Oki Prasetiawan, S.M., S.H., M.H., CLMA: Edukasi Ilmiah Mengungkap Bahwa Sugesti Negatif Dapat Memicu Gangguan Fisik Nyata

By admin
Juli 20, 2026 2 Min Read
0

SUKABUMI, 20 Juli 2026 – Kepercayaan terhadap santet, teluh, guna-guna, hingga gangguan makhluk halus masih menjadi bagian dari kehidupan sebagian masyarakat Indonesia. Tidak sedikit orang yang mengaitkan penyakit yang datang secara tiba-tiba dengan kekuatan gaib, sehingga memunculkan prasangka, ketakutan, bahkan konflik sosial akibat tuduhan kepada pihak lain.

Menurut Oki Prasetiawan, S.M., S.H., M.H., CLMA, berbagai penelitian di bidang neurosains dan psikologi klinis menunjukkan bahwa banyak keluhan fisik yang selama ini dianggap sebagai “penyakit kiriman” justru dapat dijelaskan melalui mekanisme biologis dan psikologis yang terjadi di dalam tubuh manusia.

Oki menjelaskan bahwa dalam dunia medis kondisi tersebut dikenal sebagai gangguan psikosomatik, yaitu keadaan ketika tekanan psikologis, kecemasan, ketakutan, serta sugesti negatif memicu munculnya gejala fisik yang benar-benar nyata. Artinya, penderitaan yang dirasakan bukan sekadar perasaan, melainkan respons biologis yang dipengaruhi oleh cara kerja otak dan sistem saraf.

“Ketika seseorang terus-menerus meyakini dirinya menjadi korban santet atau gangguan gaib, otak akan membaca rasa takut tersebut sebagai ancaman serius. Kondisi itu memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin dalam jumlah besar sehingga memengaruhi berbagai fungsi tubuh,” ujar Oki.

Ia menerangkan bahwa kadar hormon stres yang tinggi dalam waktu lama membuat sistem saraf menjadi sangat sensitif. Akibatnya, berbagai sensasi tubuh yang sebenarnya normal dapat disalahartikan sebagai tanda adanya gangguan gaib. Kedutan otot, rasa merinding, jantung berdebar, hingga sesak di dada kemudian dianggap sebagai bukti bahwa seseorang sedang terkena “penyakit kiriman”.

Menurutnya, persepsi tersebut justru memperkuat rasa takut dan menciptakan siklus stres yang berkepanjangan. Dampaknya dapat berupa ketegangan otot, gangguan lambung akibat meningkatnya produksi asam lambung, tremor, sulit tidur, hingga menurunnya daya tahan tubuh.

Oki juga menjelaskan adanya dua fenomena psikologis yang dapat memperburuk kondisi tersebut, yaitu atensi selektif dan efek nocebo. Atensi selektif membuat seseorang hanya memperhatikan kejadian yang dianggap mendukung keyakinannya terhadap hal-hal mistis, sementara mengabaikan penjelasan yang lebih rasional.

Sementara itu, efek nocebo merupakan kondisi ketika keyakinan negatif mampu memicu munculnya gejala penyakit yang nyata. Semakin kuat seseorang percaya dirinya terkena kutukan atau santet, semakin besar pula kemungkinan tubuh memberikan respons biologis yang memperparah kondisi kesehatannya.

Meski demikian, Oki menegaskan bahwa menghormati nilai-nilai spiritual dan budaya merupakan bagian dari kehidupan masyarakat. Namun, setiap persoalan kesehatan tetap harus disikapi secara rasional serta berdasarkan ilmu pengetahuan.

“Keimanan dan spiritualitas tentu memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan. Namun ketika mengalami gangguan kesehatan, langkah yang paling tepat adalah melakukan pemeriksaan kepada tenaga medis atau psikolog agar penyebabnya dapat diketahui secara objektif. Jangan sampai rasa takut justru menjadi faktor yang memperburuk kondisi tubuh kita sendiri,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Oki mengingatkan bahwa akal sehat, kemampuan mengelola stres, serta pemeriksaan medis merupakan benteng utama dalam menjaga kesehatan. Dengan memahami cara kerja pikiran dan sistem saraf, masyarakat diharapkan tidak mudah terjebak dalam prasangka maupun ketakutan yang justru dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

(Red)

Tags:

kesehatanMistisPsikologi
Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Ade Irma Raih Suara Terbanyak, Nahkodai Desa Cikujang Melalui Pilkades PAW

Next

Polres Garut Ungkap 13 Kasus Narkoba dalam Dua Bulan, 20 Tersangka Berhasil Diamankan

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — OkiNews. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme