Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Hanguskan Dua Kios di Parungkuda, Satu Penghuni Alami Luka Bakar
SUKABUMI – Dua kios yang terdiri dari toko kelontong dan rumah makan di Kampung Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, ludes dilalap api pada Kamis (23/7/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik yang kemudian menyambar stok bahan bakar minyak (BBM) eceran yang disimpan di dalam kios.
Berdasarkan laporan Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Parungkuda, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.36 WIB. Setelah menerima laporan, petugas langsung mengerahkan satu unit mobil pemadam dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.40 WIB.
Kobaran api dengan cepat membesar setelah menyambar barang dagangan yang mudah terbakar, termasuk bensin eceran yang berada di dalam kios. Akibatnya, api dengan cepat menghanguskan bangunan toko kelontong dan rumah makan.
Dalam peristiwa tersebut, seorang penghuni kios bernama Wawan (38) mengalami luka bakar saat berusaha menyelamatkan barang-barang miliknya. Sementara istrinya, Eli, berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka.
Komandan Regu (Danton) Pos Damkar Parungkuda, Acep Fatah, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting pada instalasi listrik yang kemudian memicu kebakaran lebih besar.
“Percikan api diduga berasal dari arus pendek instalasi listrik, kemudian menyambar stok bensin eceran yang ada di kios sehingga kobaran api membesar dengan sangat cepat,” ujar Acep.
Meski menghadapi kendala karena sumber air berada cukup jauh dari lokasi kejadian, petugas Damkar Pos Parungkuda berhasil mengendalikan kobaran api. Proses pemadaman berlangsung sekitar 31 menit hingga api benar-benar padam.
Akibat kebakaran tersebut, dua kios berikut seluruh isinya hangus terbakar. Hingga saat ini, nilai kerugian materi masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sementara Wawan yang mengalami luka bakar telah dievakuasi ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan medis.
Damkar Pos Parungkuda mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha, serta tidak menyimpan bahan-bahan yang mudah terbakar di dekat sumber listrik guna meminimalkan risiko terjadinya kebakaran.
Redaktur : Asep Lodaya