SUKABUMI – Dugaan beroperasinya kembali aktivitas tambang emas ilegal di bantaran Sungai Cicareuh, tepatnya di Dusun Gelarsari, Desa Boyongsari, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, kembali memicu keresahan warga. Aktivitas yang sebelumnya sempat dihentikan setelah mendapat teguran dari pemerintah desa itu kini dikabarkan kembali berlangsung.
Informasi tersebut disampaikan salah seorang narasumber pada Senin (3/8/2026). Ia mengungkapkan, sekitar dua bulan lalu pemerintah desa telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi dan meminta aktivitas penambangan dihentikan karena dinilai berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan.
Menurutnya, keberadaan tambang di bantaran sungai dikhawatirkan dapat memperbesar risiko bencana, terutama saat musim hujan ketika debit air Sungai Cicareuh meningkat.
“Beberapa waktu lalu pihak desa sudah turun ke lokasi dan menghentikan aktivitas penambangan. Pertimbangannya karena dikhawatirkan dapat memicu banjir apabila terjadi hujan deras,” ujar narasumber.
Lokasi yang diduga menjadi area penambangan berada di sekitar bantaran Sungai Cicareuh, tidak jauh dari jembatan yang menjadi penghubung wilayah Desa Boyongsari dengan Kecamatan Bantargadung.
Meski sempat dihentikan, belakangan pemerintah desa kembali menerima laporan dari masyarakat yang menyebut aktivitas penambangan diduga kembali berjalan. Informasi tersebut disampaikan warga melalui laporan langsung maupun pesan WhatsApp.
“Berdasarkan laporan yang masuk dari masyarakat, aktivitas tambang tersebut diduga kembali beroperasi,” katanya.
Dari informasi yang dihimpun, material yang diduga diambil merupakan kandungan emas. Proses penambangan disebut menggunakan mesin alkon untuk menyedot pasir dan batu dari dasar Sungai Cicareuh sebelum dilakukan proses pemisahan material.
Aktivitas tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem sungai, mempercepat abrasi bantaran, serta meningkatkan potensi bencana apabila aliran sungai meluap pada musim penghujan.
Atas kondisi tersebut, pemerintah desa berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan ke lokasi guna memastikan kebenaran informasi yang beredar. Penanganan yang cepat dinilai penting untuk mencegah kerusakan lingkungan semakin meluas sekaligus melindungi keselamatan masyarakat yang bermukim di sekitar aliran Sungai Cicareuh.
Rzl