Sinergi Forkopimcam dan SPPG Dioptimalkan untuk Dukung Target Penurunan Stunting di Bantargadung
BANTARGADUNG – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kecamatan Bantargadung terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bantargadung menggelar rapat koordinasi bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Puskesmas Bantargadung, Kamis (16/7/2026), guna menyatukan langkah dalam mendukung target penurunan stunting di wilayah tersebut.
Kepala Puskesmas Bantargadung mengungkapkan, berdasarkan data terakhir, prevalensi stunting di Kecamatan Bantargadung berada pada angka 8,3 persen. Sementara itu, pembaruan data terbaru masih dalam tahap pengolahan.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah menargetkan angka stunting dapat ditekan hingga mencapai 5 persen pada akhir tahun, sesuai arahan Gubernur. Untuk mewujudkan target tersebut, diperlukan sinergi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, keberadaan SPPG memiliki peran strategis dalam intervensi spesifik penanganan stunting melalui penyediaan makanan bergizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Dengan pemenuhan gizi yang optimal, diharapkan ibu hamil dapat melahirkan bayi yang sehat dan terhindar dari risiko stunting. Selain itu, balita usia 6 hingga 24 bulan juga akan memperoleh menu bergizi yang disesuaikan dengan kebutuhan tumbuh kembangnya,” jelasnya.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Camat Bantargadung, unsur Polsek dan Koramil, Sekretaris Kecamatan, para kepala seksi kecamatan, kepala desa, Ketua PGRI, Ketua K3S, Kepala SPPG, serta para ahli gizi.
Kepala Puskesmas berharap kolaborasi yang terjalin antara pemerintah kecamatan, fasilitas kesehatan, dan SPPG dapat memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa lima SPPG yang telah beroperasi di Kecamatan Bantargadung kini seluruhnya telah mengantongi Sertifikat Higiene Sanitasi Laik Sehat (SHLS), sebagai bukti pemenuhan standar keamanan dan kelayakan pengolahan makanan.
Sementara itu, satu SPPG baru di Desa Mangunjaya telah mulai beroperasi sejak awal pekan ini. Puskesmas Bantargadung telah melaksanakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), dan pengelola saat ini tengah melengkapi persyaratan administrasi untuk memperoleh sertifikat SHLS.
Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui SPPG dapat berjalan semakin optimal, tepat sasaran, serta berkontribusi signifikan dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kecamatan Bantargadung.
Redaktur : Asep Lodaya