Perkuat Pendataan Sawit Rakyat, Lima Utusan Kecamatan Hampang Ikuti Pelatihan Pemetaan Lahan
Kotabaru – Upaya meningkatkan kualitas pendataan dan pemetaan perkebunan kelapa sawit rakyat terus dilakukan. Salah satunya melalui keikutsertaan lima perwakilan dari Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru, dalam Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Tim Pendataan dan Pemetaan Lahan Perkebunan yang diselenggarakan PT LPP Agro Nusantara bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kotabaru, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, sejak 27 hingga 30 Juli 2026 di Ruma Guest House tersebut difokuskan untuk meningkatkan kompetensi aparatur desa dan tenaga pendamping dalam mendukung pelaksanaan program elektronik Surat Tanda Daftar Budidaya (e-STDB). Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan melakukan pendataan dan pemetaan lahan perkebunan secara lebih akurat, sistematis, dan berbasis teknologi.
Adapun lima peserta yang mewakili Kecamatan Hampang terdiri dari Harwanto dari Pemerintah Desa Lalapin, Mudhir Munir selaku Sekretaris Desa Limbur, Edi Romansyah dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kelumpang Hilir, Irfan Maulana dari Pemerintah Desa Hampang, serta Mudin yang menjabat sebagai Ketua RT di Desa Cantung Kanan.
Selama mengikuti pelatihan, para peserta memperoleh materi mengenai teknik pendataan dan pemetaan digital lahan perkebunan, penerapan budidaya kelapa sawit berkelanjutan, teknik panen dan pascapanen, penguatan kelembagaan petani, hingga praktik penggunaan aplikasi pendukung e-STDB. Untuk mendukung proses pembelajaran, setiap peserta diwajibkan membawa laptop sesuai spesifikasi yang telah ditentukan.
PT LPP Agro Nusantara sendiri merupakan lembaga pelatihan di bidang perkebunan yang telah berdiri sejak 1950 dan memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan sumber daya manusia sektor perkebunan. Sejak tahun 2016, lembaga tersebut juga dipercaya oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai salah satu penyelenggara pelatihan SDM perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
Melalui keikutsertaan dalam pelatihan ini, diharapkan aparatur desa di Kecamatan Hampang mampu mengimplementasikan hasil pembelajaran dalam proses pendataan dan pemetaan perkebunan sawit rakyat di wilayahnya. Data yang akurat dan terintegrasi menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk meningkatkan tata kelola sektor perkebunan secara berkelanjutan.
Sebagai kecamatan terluas di Kabupaten Kotabaru dengan luas sekitar 1.684,64 kilometer persegi atau 17,88 persen dari total luas wilayah kabupaten, Kecamatan Hampang yang terdiri atas sembilan desa memiliki potensi perkebunan yang besar. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendataan dan pemetaan diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor perkebunan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat.
MY