Fasilitas Pendidikan Memprihatinkan, Yayasan Bumi Persada Sukabumi Dorong Pemerintah Turun Tangan
SUKABUMI — Yayasan Pendidikan Bumi Persada yang menaungi lembaga pendidikan Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kampung Cimanggu RT 21/05, Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, berharap mendapat perhatian dan dukungan pemerintah terkait kondisi sarana dan prasarana pendidikan.
Sejumlah bagian bangunan sekolah dilaporkan telah mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap pembangunan maupun rehabilitasi sarana pendidikan dinilai semakin mendesak, terutama untuk menunjang keamanan dan kenyamanan peserta didik selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Padahal, keberadaan Yayasan Pendidikan Bumi Persada memiliki peran penting dalam menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat di Desa Langkapjaya dan wilayah sekitarnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Bumi Persada, Henhen Suhendi, S.Pd.I., mengatakan keterbatasan kemampuan pembiayaan menjadi salah satu kendala bagi yayasan untuk melakukan pembangunan dan perbaikan secara mandiri.
“Kami sangat berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk pembangunan serta perbaikan sekolah. Kondisi bangunan yang sudah mengalami kerusakan tentunya membutuhkan penanganan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman,” ujar Henhen.
Menurutnya, kebutuhan terhadap ruang belajar dan fasilitas pendidikan yang layak terus menjadi perhatian yayasan. Namun, kemampuan pembiayaan yang terbatas membuat pembangunan secara mandiri belum dapat dilakukan secara maksimal.
Pendidikan Membutuhkan Sarana yang Layak
Sarana dan prasarana merupakan salah satu unsur penting dalam menunjang keberlangsungan proses pendidikan. Bangunan sekolah yang aman, sehat dan layak dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Atas kondisi tersebut, pihak Yayasan Pendidikan Bumi Persada berharap usulan pembangunan maupun rehabilitasi fasilitas sekolah dapat menjadi perhatian pemerintah daerah maupun kementerian terkait melalui program bantuan pendidikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Pihak yayasan juga menyatakan siap membuka akses bagi pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan verifikasi serta peninjauan langsung terhadap kondisi bangunan sekolah.
Langkah tersebut dinilai penting agar kebutuhan pembangunan maupun rehabilitasi dapat diketahui secara objektif berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
JWI Dorong Pemerintah Berikan Perhatian
Sementara itu, Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Sukabumi Raya menilai persoalan sarana dan prasarana pendidikan perlu mendapat perhatian bersama, khususnya apabila kondisi bangunan berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar.
JWI berpandangan bahwa setiap usulan bantuan pembangunan maupun rehabilitasi tentunya perlu melalui proses verifikasi dan mekanisme yang berlaku. Namun, apabila hasil peninjauan menunjukkan adanya fasilitas pendidikan yang memang membutuhkan perbaikan, pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian sesuai kewenangannya.
“Prinsipnya, setiap usulan harus diverifikasi terlebih dahulu. Namun apabila berdasarkan hasil peninjauan memang terdapat bangunan sekolah yang membutuhkan rehabilitasi atau pembangunan, pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” demikian pandangan JWI Sukabumi Raya.
JWI juga mendorong Yayasan Pendidikan Bumi Persada untuk melengkapi dan menyampaikan proposal beserta dokumen pendukung kepada instansi pemerintah yang berwenang. Dengan demikian, kebutuhan pembangunan maupun rehabilitasi dapat diproses sesuai prosedur.
Dengan adanya perhatian dan dukungan pemerintah, diharapkan peserta didik di Yayasan Pendidikan Bumi Persada dapat memperoleh fasilitas pendidikan yang lebih aman, nyaman dan layak, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara optimal.
Lokasi: Kampung Cimanggu RT 21/05, Desa Langkapjaya, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi.
Asep Lodaya