Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
OkiNews OkiNews OkiNews
OkiNews OkiNews OkiNews
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
OkiNews OkiNews OkiNews
OkiNews OkiNews OkiNews
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Breaking News/EDDY WIJAYA & ADIB KHUMAIDI DI EDSHAREON: JANGAN HAKIMI DOKTER SAJA! SISTEM KESEHATAN JUGA HARUS DIBENAHI
Breaking NewsPariwisata

EDDY WIJAYA & ADIB KHUMAIDI DI EDSHAREON: JANGAN HAKIMI DOKTER SAJA! SISTEM KESEHATAN JUGA HARUS DIBENAHI

By admin
Agustus 19, 2026 2 Min Read
0

Pasien BPJS Tunggu 8 Jam, Dirundung Tenaga Medis dan Nakes, Meninggal 9 Hari Kemudian — Sorotan Publik Beralih ke Pembenahan Menyeluruh

JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Kasus pasien peserta BPJS yang harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan kamar rawat inap di rumah sakit, yang kemudian dirundung oleh tenaga medis maupun tenaga kesehatan, dan dikabarkan meninggal dunia sembilan hari setelah peristiwa tersebut, memicu gelombang kemarahan publik dan kecaman luas terhadap dunia kesehatan. Perlu ditegaskan bahwa kematian pasien tidak terjadi secara langsung atau segera setelah masa tunggu tersebut, melainkan berselang sembilan hari kemudian. Namun, dalam perbincangan mendalam di Podcast EdShareOn yang dipandu Eddy Wijaya, Dr. dr. Mohammad Adib Khumaidi, Sp.OT., Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Periode 2022–2025, menegaskan bahwa permasalahan ini tetap tidak dapat disederhanakan sekadar sebagai kelalaian individu. Sistem kesehatan nasional juga harus ikut dibenahi secara menyeluruh.

Kronologi: Waktu Tunggu, Perundungan, dan Kematian yang Berjarak

Kasus ini bermula dari curhatan seorang pasien BPJS yang viral di media sosial terkait lamanya waktu tunggu untuk mendapatkan kamar rawat inap. Alih-alih mendapat perhatian dan pelayanan yang layak, pasien justru mendapatkan komentar yang dinilai merundung dan mengejek tidak hanya dari tenaga medis, tetapi juga dari sejumlah tenaga kesehatan lainnya. Unggahan dan respons tersebut menyebar luas dan memicu kemarahan publik. Peristiwa semakin menjadi ketika sembilan hari setelah kejadian tersebut, pasien dikabarkan meninggal dunia. Belum diketahui secara pasti penyebab kematian pasien tersebut dan apakah ada kaitan langsung dengan waktu tunggu maupun perundungan yang dialaminya. Sejumlah pihak yang sebelumnya ikut memberikan komentar yang dinilai merundung — baik tenaga medis maupun tenaga kesehatan — kemudian mendapat sorotan tajam dan ada yang menyampaikan permintaan maaf.

Perundungan Tidak Bisa Dibenarkan, Namun Sistem Juga Harus Dievaluasi

Dalam perbincangan mendalam bersama Eddy Wijaya, Adib Khumaidi menyoroti bahwa perundungan terhadap pasien — baik oleh tenaga medis maupun tenaga kesehatan — adalah hal yang tidak pantas dan tidak dapat dibenarkan. Namun, ia juga mengingatkan agar publik tidak hanya melihat satu sisi. “Perilaku merundung pasien itu salah dan tidak boleh terjadi. Tetapi kita juga harus jujur melihat akar masalahnya. Jangan hanya menyalahkan dan menghakimi individu. Sistem kesehatan yang menopang seluruh pelayanan juga harus dibenahi. Ketika beban kerja, fasilitas, dan kebijakan tidak seimbang, maka tekanan itu akhirnya jatuh ke pelayanan dan perlakuan kepada pasien,” tegas Adib. Ia juga mengingatkan agar publik tidak mengaitkan secara langsung dan otomatis waktu tunggu atau perundungan dengan kematian sebelum adanya hasil pemeriksaan medis yang jelas.

Pembenahan Menyeluruh Tetap Menjadi Kunci

Adib juga membahas berbagai tantangan berat yang dihadapi dokter, tenaga medis, maupun tenaga kesehatan sehari-hari, mulai dari keterbatasan fasilitas, beban administrasi yang tinggi, hingga ketimpangan rasio tenaga kesehatan dengan jumlah penduduk. Pembenahan sistem harus mencakup aspek kebijakan, pendanaan, serta peningkatan kesejahteraan dan dukungan bagi seluruh tenaga kesehatan agar mereka dapat melayani dengan tenang, manusiawi, dan penuh empati. Tanpa pembenahan menyeluruh, kasus serupa akan terus terulang.

Simak wawancara selengkapnya di: https://youtu.be/0alSy_Batbg

EdShareOn — Sukses itu, hanya masalah waktu. | https://edshareon.com/

(red)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Polisi Dalami Kematian Tamu Kafe Sudut Desa, Sejumlah Barang Diamankan

Next

Satgas Yonarmed 13/Nanggala Meriahkan HUT Ke-81 RI Bersama TDM di Perbatasan

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — OkiNews. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme