BUMDes Bantarkalong Kembangkan Usaha Produktif, Peternakan Ayam Petelur Jadi Andalan Baru
WARUNGKIARA, SUKABUMI — 15 September 2026 — Pemerintah Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui pengembangan usaha produktif yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Langkah tersebut diwujudkan melalui BUMDes Mandiri Bantarkalong dengan meluncurkan unit usaha peternakan ayam petelur berkapasitas awal sebanyak 1.000 ekor.
Pengembangan usaha peternakan ini diharapkan menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi desa sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Camat Warungkiara, Toni Sugiharto, mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Bantarkalong bersama BUMDes Mandiri yang mulai mengembangkan sektor usaha produktif.
Menurutnya, BUMDes harus mampu menjadi lembaga ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan usaha, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“BUMDes harus terus didorong agar menjadi lembaga ekonomi desa yang produktif, profesional, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Toni.
Ia berharap unit usaha peternakan ayam petelur tersebut dapat dikelola secara serius dan berkelanjutan. Dengan manajemen yang baik, usaha tersebut dinilai berpotensi berkembang sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa.
“Harapannya usaha ini bisa berkembang, dikelola dengan baik, sehingga ke depan dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Bantarkalong, Rahmatullah, menjelaskan bahwa peternakan ayam petelur merupakan bagian dari strategi pemerintah desa bersama BUMDes Mandiri dalam membangun unit usaha yang memiliki prospek jangka panjang.
“Untuk tahap awal kita launching usaha ayam petelur sebanyak 1.000 ekor melalui BUMDes Mandiri Bantarkalong,” kata Rahmatullah.
Ia menambahkan, usaha tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mengembangkan berbagai unit usaha produktif lainnya di Desa Bantarkalong.
Selain menghasilkan produk telur, keberadaan peternakan juga diharapkan dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi, baik melalui pengelolaan peternakan maupun sektor pendukung lainnya.
Rahmatullah menegaskan, pengembangan usaha akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi serta potensi yang ada di lapangan.
“Ini merupakan langkah awal. Mudah-mudahan ke depan usaha ayam petelur ini semakin berkembang dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat serta desa,” pungkasnya.
Peluncuran unit peternakan ayam petelur tersebut menjadi bagian dari upaya Desa Bantarkalong mengoptimalkan keberadaan BUMDes sebagai motor penggerak perekonomian desa.
Ke depan, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh jumlah populasi ayam, tetapi juga oleh tata kelola usaha, transparansi pencatatan keuangan, strategi pemasaran, pengendalian biaya operasional, serta evaluasi secara berkala.
Dengan pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan, unit usaha tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu sumber pendapatan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Bantarkalong.
Asep Lodaya