Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
OkiNews OkiNews OkiNews
OkiNews OkiNews OkiNews
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
OkiNews OkiNews OkiNews
OkiNews OkiNews OkiNews
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Breaking News/Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, 615 Warga Kuta Tengah Mengungsi
Breaking NewsPeristiwa

Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, 615 Warga Kuta Tengah Mengungsi

By admin
September 1, 2026 2 Min Read
0

KARO, SUMATERA UTARA — Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, masih mengalami peningkatan hingga Selasa (1/9/2026). Kondisi tersebut berdampak terhadap masyarakat di sejumlah wilayah yang berada di sekitar kawasan gunung api.

Sebanyak 211 keluarga atau sekitar 615 jiwa warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, saat ini mengungsi ke Posko Penanganan Darurat di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.

Sementara itu, warga Desa Payung, Kecamatan Payung, masih bertahan di rumah masing-masing dengan tetap meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak aktivitas Gunung Sinabung.

Peningkatan aktivitas vulkanik tersebut terjadi setelah Gunung Sinabung mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Erupsi menghasilkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 3.500 meter di atas puncak atau mencapai kurang lebih 5.960 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, terdapat peningkatan aktivitas vulkanik yang kemudian membuat tingkat aktivitas Gunung Sinabung dinaikkan dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga, terhitung sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.

Erupsi tersebut merupakan erupsi awal dan masih terdapat kemungkinan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik. Sejumlah wilayah menjadi perhatian, antara lain Desa Ndokum Siroga dan Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat serta Desa Payung di Kecamatan Payung.

Seiring perkembangan aktivitas gunung api, kawasan rawan bencana juga diperluas berdasarkan rekomendasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Masyarakat maupun pengunjung dilarang melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi, dalam radius radial tiga kilometer dari puncak Gunung Sinabung, serta pada radius sektoral hingga enam kilometer ke arah selatan-timur.

Di lapangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo telah melakukan langkah penanganan dengan mengarahkan masyarakat keluar dari zona bahaya menuju lokasi yang lebih aman.

Selain melakukan evakuasi, BPBD juga membagikan masker kepada masyarakat yang berada di wilayah terdampak debu vulkanik.

Pemantauan aktivitas Gunung Sinabung terus dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta mewaspadai potensi bahaya lahar.

Evaluasi tingkat aktivitas gunung api dilakukan secara berkala dan dapat dilakukan sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.

Di sisi lain, Penetapan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo berdasarkan Nomor 361/559/BPBD/2026 berlaku selama 90 hari, terhitung sejak 8 Juli hingga 5 Oktober 2026.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Sinabung tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap perkembangan aktivitas gunung api.

Masyarakat dan pengunjung diminta mematuhi ketentuan kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya, tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi, serta mengikuti arahan pemerintah daerah dan instansi berwenang.

Warga yang bermukim di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta terus mewaspadai potensi bahaya lahar, terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi di kawasan hulu gunung.

Red

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Menyimpan Pesona di Tengah Keheningan, Situ Halimun Warungkiara Layak Dilirik sebagai Destinasi Wisata

Next

Gubernur Sumut Tinjau Pascaerupsi Sinabung, Cek Pos Pengamatan dan Pengungsi

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — OkiNews. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme