Menyalakan Asa di Kolong Tol: Yayasan Wijaya Peduli Bangsa Sambangi Sekolah Pondok Domba Kalijodo
JAKARTA, 25 SEPTEMBER 2026 — Di tengah keterbatasan ruang dan dinding sederhana, tawa ceria anak-anak Sekolah Pondok Domba, Kalijodo, Jakarta Barat, memecah kesunyian. Kedatangan tim relawan Yayasan Wijaya Peduli Bangsa (YWPB) yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Eddy Wijaya dan didampingi Viana Fortuna Wijaya membawa secercah harapan baru bagi anak-anak yang tumbuh di pinggiran ibu kota ini.
Melalui program unggulan bertajuk Apresiasi untuk Generasi Hebat, YWPB tidak sekadar hadir membawa bantuan, melainkan menghadirkan pendampingan yang menyentuh hati. Beragam aktivitas edukatif digelar, termasuk lomba cerdas cermat bertema wawasan kebangsaan dan Pancasila untuk mengasah ketangkasan berpikir para siswa.
Sekolah yang Menjadi Satu-satunya Tumpuan Harapan
Sekolah Pondok Domba adalah lembaga pendidikan informal yang menjadi rumah belajar bagi puluhan anak, mulai dari tingkat TK hingga kelas 6 SD. Sebagian besar dari mereka tinggal di kawasan padat, di kolong jembatan maupun di bawah jalan tol. Orang tua mereka mayoritas berprofesi sebagai pemulung dengan penghasilan yang tidak menentu, sehingga sekolah ini menjadi penopang masa depan yang paling berharga.
“Kami mengajar dari pukul 08.00 pagi hingga 12.00 siang secara bergantian,” ujar salah satu pengajar di sana. Ia mengakui tantangan terbesar bukanlah fasilitas yang sederhana, melainkan menjaga semangat belajar anak-anak tetap menyala. “Kadang kami harus menjemput dan membangunkan mereka ke rumahnya masing-masing supaya mau datang dan belajar,” tambahnya.
Bakat dan Daya Juang Tak Terhalang Keterbatasan
Meski hidup di tengah keterbatasan ekonomi, kecerdasan dan semangat anak-anak Pondok Domba tetap bersinar. Saat sesi interaksi, Eddy Wijaya menguji kemampuan berhitung Julian, siswa TK berusia 6 tahun. Dengan sigap dan tepat, anak itu menjawab pertanyaan matematika dasar, memicu kekaguman seluruh relawan yang hadir.
“Saya bangga sekali melihat anak-anak di sini. Meskipun tempatnya sederhana dan informal, kualitas pendidikannya tidak kalah dengan sekolah formal lainnya. Yang paling utama adalah pembentukan karakter: jujur, menghormati orang tua, dan tidak berbohong,” ujar Eddy Wijaya.
Sukses Adalah Hak Setiap Anak
Eddy menegaskan bahwa kehadiran yayasan bertujuan memastikan anak-anak dari segala latar belakang tetap memiliki ruang untuk tumbuh, bermain, dan berani bermimpi.
“Sukses itu hanya masalah waktu. Siapa pun kita, jika hari ini belum sukses, suatu saat pasti bisa — asalkan terus belajar dan berjuang. Sukses adalah hak setiap anak, tanpa memandang dari mana mereka berasal,” tegasnya memberi semangat.
Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah dan bingkisan bagi seluruh siswa, meninggalkan senyum lebar di wajah mereka. Pihak sekolah pun menyampaikan terima kasih mendalam atas kepedulian nyata YWPB yang konsisten bergerak di bidang sosial dan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan.
(Wijaya Peduli Bangsa)