Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
OkiNews OkiNews OkiNews
OkiNews OkiNews OkiNews
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
OkiNews OkiNews OkiNews
OkiNews OkiNews OkiNews
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Breaking News/DR. PIETER ZULKIFLI, S.H., M.H.: KEPERCAYAAN RAKYAT ADALAH MATA UANG PALING BERHARGA NEGARA HUKUM
Breaking News

DR. PIETER ZULKIFLI, S.H., M.H.: KEPERCAYAAN RAKYAT ADALAH MATA UANG PALING BERHARGA NEGARA HUKUM

By admin
Juli 18, 2026 2 Min Read
0

 

Mantan Ketua Komisi III DPR Ingatkan Integritas Aparat Penegak Hukum Menjadi Kunci Legitimasi

JAKARTA, 18 JULI 2026 – Kepercayaan publik menjadi aset paling berharga yang tidak ternilai bagi sebuah negara hukum. Ketika integritas aparat penegak hukum dipertanyakan, yang terancam bukan sekadar keberhasilan pemberantasan korupsi, melainkan legitimasi negara di mata rakyat. Demikian disampaikan Dr. Pieter Zulkifli, S.H., M.H. dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Tantangan di Tengah Harapan Pemberantasan Korupsi

Di tengah harapan besar masyarakat terhadap agenda pemberantasan tindak pidana korupsi, Indonesia justru menghadapi tantangan yang lebih mendasar: memastikan bahwa mereka yang bertugas menegakkan hukum juga tunduk pada standar integritas yang sama tinggi.

“Koruptor mencuri uang negara. Sebaliknya, penegak hukum yang kehilangan integritas berpotensi mencuri kepercayaan rakyat terhadap hukum,” tegas Pieter Zulkifli.

Menurutnya, bangsa yang besar tidak dibangun semata oleh kekayaan alam, pertumbuhan ekonomi, atau kecanggihan teknologi. Sebuah negara berdiri kokoh karena memiliki institusi yang dipercaya rakyat. Kepercayaan itulah modal paling mahal dalam kehidupan bernegara.

Keseimbangan Profesionalisme dan Etika

Saat dunia bergerak memasuki era kecerdasan buatan, komputasi kuantum, dan ekonomi berbasis inovasi, Indonesia justru kembali dihadapkan pada pertanyaan mendasar: masihkah ada kepercayaan rakyat terhadap benteng terakhir penegakan hukum?

Kepercayaan itu hanya dapat dipulihkan apabila profesionalisme berjalan seiring dengan etika. Penegak hukum yang andal tidak cukup hanya menguasai hukum dan keterampilan teknis, melainkan harus menjunjung tinggi moralitas, kode etik, serta berani menempatkan keadilan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Pandangan ini sejalan dengan Ketua Mahkamah Agung Sunarto, yang menegaskan profesionalisme aparat harus berpijak pada integritas. Tanpa moralitas, hukum yang tegas pun dapat berubah menjadi alat kekuasaan.

Peluang Sejarah Memulihkan Kehormatan Institusi

Pieter Zulkifli menambahkan bahwa kualitas negara hukum tidak hanya diukur dari banyaknya perkara yang diselesaikan, melainkan dari kemampuan para penegaknya menjaga hati nurani hukum dalam setiap keputusan yang diambil.

Presiden Prabowo Subianto memiliki kesempatan yang mungkin hanya datang sekali dalam satu generasi untuk mengembalikan kehormatan institusi penegak hukum.

“Sejarah tidak akan hanya menghitung berapa banyak koruptor yang dipenjara. Sejarah akan mencatat apakah pada masa pemerintahannya Indonesia berhasil membangun polisi, jaksa, hakim, dan seluruh aparat penegak hukum yang bersih, independen, profesional, serta dipercaya rakyat,” pungkasnya.

Redaksi Berita Hukum & Kebijakan

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

PODCAST EDSHAREON BERSAMA EDDY WIJAYA: ANALISIS OEGROSENO TENTANG PROSEDUR PENETAPAN TERSANGKA FEBRIE ADRIANSYAH

Next

Royan Aries Terpilih Pimpin KNPI Cibadak, Muscam Perkuat Peran Pemuda sebagai Mitra Pembangunan

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — OkiNews. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme