Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
OkiNews OkiNews OkiNews
OkiNews OkiNews OkiNews
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
OkiNews OkiNews OkiNews
OkiNews OkiNews OkiNews
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Breaking News
  • Hukum
  • Militer
  • Nasional
  • Opini
  • Polri
  • Sosial
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Close

Search

Trending Now:
5 Essential Tools Every Blogger Should Use Music Trends That Will Dominate This Year ChatGPT prompts – AI content & image creation trend Ghibli trend – viral anime-style visual trend
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Home/Breaking News/Ilmu Dzikir Jalan Menuju Hakikat Hidup: Abuya Dr. KH. Aang Jejen Zaenudin Ungkap Keistimewaan Jalan Mutabarohan
Breaking News

Ilmu Dzikir Jalan Menuju Hakikat Hidup: Abuya Dr. KH. Aang Jejen Zaenudin Ungkap Keistimewaan Jalan Mutabarohan

By admin
Juni 30, 2026 2 Min Read
0

Sumber Ajaran: Imam Al-Ghazali, Imam Junaid Al-Baghdadi, serta Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Sukabumi, 30 Juni 2026 – Ilmu tasawuf dan dzikir bukan sekadar gerakan lisan, melainkan perjalanan rohani menyucikan hati hingga mencapai kedekatan hakiki dengan Allah SWT. Inilah inti ajaran yang dikembangkan oleh pembimbing rohani Abuya Dr. KH. Aang Jejen Zaenudin, yang merujuk pada pemikiran besar ulama dunia: Imam Al-Ghazali, Imam Junaid Al-Baghdadi, serta Madrasah dan Thariqah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.

Menurut Abuya, hakikat perjalanan ini tertuang dalam pesan mendalam: “Dzikir menghidupkan hati, Tarekat mengarahkan langkah, dan Makrifatullah adalah tujuan sejati.”

Tahapan Langkah Menuju Makrifatullah

Dalam bimbingan Madrasah Ilmu Dzikir Thariqah Qodiriyah Wanaqsabandiyyah, seseorang yang melangkah di jalan tarekat melalui tahapan yang terstruktur. Langkah pertama adalah mengikat janji suci, di mana murid mengucapkan kesetiaan kepada Syekh Mursyid yang masih hidup. Baiat ini bermakna mengukuhkan komitmen lahir dan batin, berpegang teguh pada bimbingan guru serta aturan madrasah demi mendekatkan diri kepada Allah.

Selanjutnya, murid hadir dalam majelis pengajian untuk menerima pengetahuan yang bersambung sanadnya. Di sini dipelajari kitab-kitab tasawuf, panduan praktik ibadah, serta tata cara berdzikir yang benar menurut sumber yang terpercaya. Selain pengetahuan lahir, murid juga diajak memahami makna hakikat, istilah, serta rahasia di balik jalan tarekat. Nasihat dan arahan guru dijadikan pedoman nyata untuk membersihkan sifat tercela dan membangun akhlak mulia.

Pembinaan kemudian dilakukan secara berkelanjutan melalui Kurikulum Manhaj Amaliyah yang meliputi Kurikulum Pokok atau Tawajuhan serta materi tambahan. Hal ini mencakup Ijazah Dzikir Laa ilaaha illallah sebanyak 165 kali, Ijazah Dzikir Tujuh Latifah atau Tujuh Sifat Nafsu, Ijazah Dzikir Dua Puluh Muraqabah, hingga Ijazah Hirqah sebagai tanda pengakuan dalam tarekat. Seluruh materi ini disertai latihan rutin, dengan niat tulus untuk berkhidmat dan menjadi manfaat di jalan kebaikan.

Hakikat Kekhasan Jalan Mutabarohan

Salah satu hal yang digali mendalam oleh Abuya adalah kekhasan Jalan Mutabarohan, yang memiliki perbedaan mendasar dibandingkan jalur lainnya. Jika umumnya perjalanan dimulai dengan harapan keselamatan pribadi, Jalan Mutabarohan mengarahkan tujuan lebih jauh: menyempurnakan diri agar layak menjadi penyalur rahmat Allah bagi seluruh makhluk hidup.

Pada jalan ini, dzikir bukan lagi sekadar ucapan atau hitungan nafas, melainkan keadaan hati yang senantiasa terhubung dengan Tuhan. Baik saat bekerja, berbicara, maupun beristirahat, kesadaran akan kehadiran-Nya senantiasa menyertai. Segala cobaan hidup pun tidak dipandang sebagai beban yang ditahan, melainkan sarana penyucian hati yang mempercepat kematangan jiwa, karena ujian hadir untuk menyempurnakan, bukan menekan.

Kekuatan jalan ini juga bukan hanya berasal dari usaha masa kini, melainkan didukung aliran berkah abadi dari doa dan kesucian para Waliyullah terdahulu yang senantiasa mengalir dan melampaui sekadar usaha manusia. Pada puncaknya, perbedaan mendasar terlihat: jalur lain membawa hamba pulang menghadap Tuhannya, sedangkan Jalan Mutabarohan menjadikan hamba itu sendiri sebagai tempat pulang dan sumber kebaikan, yang keberkahannya dapat dirasakan oleh siapa saja yang mendatanginya.

Pesan Penutup

Sebagai pesan akhir, ajaran ini mengajak: “Berpeganglah pada sanad yang sahih, tempuhlah jalan yang pernah dilalui para Waliyullah, menuju ridha Allah sekaligus kebahagiaan dunia dan akhirat.”(red)

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

DR. SHEHA A. HABIBI: PODCAST EDSHAREON JADI WADAH NARASI POSITIF, SUKSES HANYA MASALAH WAKTU

Next

Podcast EdShareOn, Eddy Wijaya Bahas MBG: MBG Watch Tegaskan Perbaiki Sistem atau Hentikan Program Sementara

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright 2026 — OkiNews. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme