Kenapa 4 Kampung Narkoba di Jakarta Sulit Dibersihkan? Polisi Ungkap Rahasianya
Setengah Tahun, Polisi Amankan 15,7 Ton Barang Bukti & Ribuan Tersangka
OKINEWS JAKARTA – Kampung Boncos, Kampung Ambon, Kampung Berlan, dan Kampung Bahari. Empat nama ini sudah puluhan tahun lekat dengan predikat sarang narkoba di Jakarta. Berkali-kali digerebek dan ditindak, namun jaringan di sana selalu saja bangkit kembali. Kini, Polda Metro Jaya buka fakta di balik sulitnya memberantas lokasi-lokasi ini sampai tuntas.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ahmad David, menjelaskan persoalan mendasar saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jumat (26/6/2026). Ada dua sebab utama yang membuat kerja aparat terhambat.
“Pertama, permintaan pasar itu tak pernah mati. Selalu ada saja yang cari barang, jadi pasokan pasti terus mengalir masuk. Kedua, mereka punya sistem jaga-jaga. Ada orang khusus yang tugasnya cuma mengawasi gerak-gerik kami. Begitu ada polisi mendekat, kabar sudah tersebar duluan. Ini tantangan terbesar kami,” ujar David blak-blakan.
Ia menambahkan, penyuluhan saja belum cukup memutus mata rantai. Penindakan tegas harus tetap jalan, tapi butuh dukungan warga dan tokoh masyarakat agar lingkungan bisa berubah total.
Data Pengungkapan Fantastis
Besarnya skala peredaran terlihat dari jumlah sitaan dalam enam bulan terakhir saja. Ditresnarkoba mencatat angka luar biasa: total 15,7 ton berbagai jenis narkoba berhasil diamankan dari 500 titik operasi di seluruh Indonesia.
Sebanyak 5.196 orang juga ditangkap, mulai dari produsen, pengedar, hingga pemakai.
Rincian barang bukti itu meliputi obat keras berbahaya 13,42 ton atau lebih dari 53,7 juta butir, prekursor karisoprodol 2,587 ton, serta pil jin atau pil koplo sebanyak 314 ribu butir. Turut disita ganja 355,69 kilogram, sabu 197,50 kilogram, etomidat 16.956 kartrid vape plus serbuk 33,88 kilogram, serbuk ekstasi 19,78 kilogram, ekstasi 29.289 butir, ketamin 16,80 kilogram, tembakau sintetis 10,66 kilogram, happy water 5,37 kilogram, cairan bibit sintetis 5,29 kilogram, cairan THC 2,66 kilogram, happy five 5.208 butir, kokain 1,08 kilogram, dan cairan MDMB-INACA 306,91 gram.
Angka ini membuktikan bahwa peredaran barang haram masih sangat masif. Keempat kampung tersebut pun tetap jadi fokus utama jangka panjang, karena masalahnya sudah merasuk ke kebiasaan dan ekonomi warga sekitar.
(red)