Hujan Deras Dini Hari Sebabkan Sungai Meluap, Puluhan Rumah di Muara Enim Lubuk Linggau Terendam
OKINEWS LUBUK LINGGAU – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur Kota Lubuk Linggau sejak dini hari tadi, Kamis (18/6/2026), memicu meluapnya aliran sungai yang melintasi Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuk Linggau Barat I. Akibatnya, puluhan hunian warga yang berada di sekitar bantaran sungai terendam banjir mendadak.
Merespons kejadian itu, jajaran Polsek Lubuk Linggau Barat, Polres Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan, langsung bergerak cepat ke lokasi guna memantau situasi, mendata warga terdampak, serta menjamin keamanan dan keselamatan di lokasi kejadian.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, setidaknya ada 31 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya digenangi air. Warga terdampak tersebar di tiga wilayah Rukun Tetangga (RT), dengan rincian:
– RT 02: 18 Kepala Keluarga (KK)
– RT 06: 10 Kepala Keluarga (KK)
– RT 07: 3 Kepala Keluarga (KK)
Hujan Lebat Berjam-jam Naikkan Debit Air Secara Drastis
Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Adithia Bagus Arjunadi, melalui Kapolsek Lubuk Linggau Barat, Iptu Zendra Kurniawan, menjelaskan banjir ini bermula dari curah hujan dengan intensitas sangat tinggi yang turun selama kurang lebih dua jam berturut‑turut, tepatnya mulai pukul 02.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB.
“Curah hujan yang sangat deras dalam durasi tersebut membuat debit air sungai melonjak tajam. Aliran sungai tidak lagi mampu menampung volume air yang masuk, hingga akhirnya meluap dan masuk ke pemukiman warga,” ungkap Iptu Zendra Kurniawan saat memimpin pengecekan langsung di lokasi.
Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat musibah ini. Dampak yang tercatat sejauh ini berupa kerugian materiil, di mana sejumlah perabotan dan barang milik warga terendam air keruh.
Air Mulai Surut, Warga Pinggir Sungai Diminta Tetap Siaga
Pasca peristiwa, tim dari Unit Intelkam Polsek Lubuk Linggau Barat segera melakukan pengecekan mendetail dari rumah ke rumah guna memastikan kondisi warga serta tingkat kerusakan yang terjadi.
Hasil pemantauan terakhir menunjukkan bahwa ketinggian air saat ini sudah berangsur‑angsur menurun. Air yang sempat merendam halaman hingga bagian bawah bangunan kini perlahan surut seiring arus sungai yang mulai kembali ke kondisi normal.
Meski situasi mulai kondusif, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sepanjang bantaran sungai, untuk tidak mengurangi kewaspadaan. Cuaca ekstrem dan potensi hujan dengan curah tinggi masih berpeluang terjadi sewaktu‑waktu dalam beberapa hari ke depan.
“Kami ingatkan warga untuk tetap waspada, amankan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi, dan pantau terus perkembangan kondisi cuaca. Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan pasca‑banjir dapat berjalan cepat dan tepat sasaran,” pesan Iptu Zendra.
Personel kepolisian bersama unsur terkait lainnya masih tetap berada di lokasi untuk memantau perkembangan situasi hingga kondisi benar‑benar pulih kembali.
(Tim Redaksi)