Griya Lansia Nagrak Cari Keluarga Pria Paruh Baya yang Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus
SUKABUMI – Pihak Panti Sosial Griya Lansia di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, tengah berupaya menelusuri identitas seorang pria lanjut usia yang hingga kini belum diketahui secara pasti asal-usul maupun keluarganya. Pria tersebut saat ini berada dalam perawatan dan perlindungan sementara di Griya Lansia Nagrak, Selasa (14/7/2026).
Menurut informasi yang diperoleh, lansia tersebut merupakan korban dugaan tabrak lari yang sebelumnya sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Setelah menjalani perawatan, pria itu tidak mampu memberikan keterangan yang jelas mengenai alamat tempat tinggal maupun identitas keluarganya.
Karena belum diketahui keberadaan keluarganya, beberapa hari lalu pihak kepolisian menyerahkan pria lansia tersebut kepada Griya Lansia Nagrak agar mendapatkan perawatan, pendampingan, serta perlindungan sosial yang layak.
Dari hasil pengamatan, pria tersebut diperkirakan berusia sekitar 65 tahun. Ia memiliki kulit sawo matang, tubuh kurus, rambut dan kumis yang sudah memutih. Saat pertama kali ditemukan, ia mengenakan pakaian berwarna biru dengan celana panjang berwarna gelap.
Meski kondisinya relatif stabil, pria tersebut mengalami kesulitan dalam mengingat identitas diri dan tidak dapat menjelaskan secara rinci mengenai keluarganya. Ia hanya sempat menyebutkan nama “Yayan” dan mengaku berasal dari wilayah Citepus.
Pengurus Griya Lansia Nagrak, Ika Suhermawati, berharap masyarakat dapat membantu menyebarluaskan informasi tersebut agar keluarga atau kerabat yang mengenal pria itu segera ditemukan.
“Kami berharap ada warga yang mengenali wajah maupun ciri-ciri bapak ini. Jika ada keluarga, tetangga, atau siapa pun yang mengetahui identitasnya, mohon segera menghubungi pihak Griya Lansia atau aparat desa setempat agar beliau dapat kembali berkumpul bersama keluarganya,” ujar Ika.
Saat ini pria lansia tersebut mendapatkan perawatan, makanan, serta tempat tinggal yang layak di Griya Lansia Nagrak. Pihak pengelola bersama pekerja sosial dan aparat terkait terus melakukan penelusuran guna mengungkap identitas dan menemukan keluarganya secepat mungkin.
Redaktur : Asep Lodaya